Cinta, kamu siapa sih?

Kutemukan di sebuah map bercorak strawberry, secarik kertas yang telah usang namun masih terawat. Di situ tertuliskan tanggal 18 Maret 2003. Hmmm…, berarti sudah 4 tahun yang lalu aku menulis nya. Kalau dihitung-hitung aku masih duduk di bangku SMA kelas satu. Terdapat sebuah puisi yang berjudul CINTA. Agh, apa peduliku dengan cinta? Seingatku aku waktu itu hanya seorang anak sekolah yang suka menghabiskan waktu bersama teman-teman. Lembaran memori yang telah lama tersimpan rapi kembali tersibak. Seorang gadis remaja yang hobi belajar. Tapi darah mudanya mengalir kencang, suka akan tantangan. Entah malaikat mana yang membisikkan ke telinganya untuk mengikuti extrakurikuler bela diri Taekwondo. 3 tahun yang lalu, tepatnya di bangku SMP kelas satu ia juga mengikuti bela diri. Tepatnya karate. Tetapi selang waktu enam bulan, ia tidak aktif lagi di bidang karate.

 

Di dunia Taekwondo, ia mulai melebur ke dalamnya. Taekwondo seolah-olah sudah menjadi bagian dari hidupnya. Satu kali saja ia melewatkan waktu berlatih, rasanya kaki sudah gatal untuk menendang. Ia terus berlatih dengan giat. Terus menendang. Terus menambah kecepatan menendang. Walopun ia menyadari bahwa postur tubuhnya tidak mendukung untuk bersaing dalam dunia itu.

 

Di situ pula ia mulai bergaul dengan lawan jenis lebih intensif. Tak terelakkan lagi, ia terjerat dengan cinta monyet anak SMA Entahlah siapa yang menyulut api cinta itu. Salah seorang senior Taekwondo nya bermain api dengannya. Dan ternyata ia pun tidak kuasa untuk memadamkan apinya.

 

Tertanggal 18 Maret 2003, ia mengutip sebuah puisi dari Kahlil Gibran.

 

Selasa, 18 Maret 2003

 

Assalamualaikum Wr Wb

 

Cinta…

Saling mencintailah, namun jangan membuat belenggu cinta

Biarkan cinta menjadi sebetang laut yang bergerak di antara pantai-pantai jiwamu

Isilah cawan satu sama lain tapi jangan minum dari satu cawan

Bernyanyi dan menarilah bersama-sama dan bergembiralah, tapi biarkan masing-masing engkau menghayati kesendiriannya

Sebagaimana dawai-dawai kecapi tetap sendiri walau mereka bergetar dengan musik yang sama 

Berikan hatimu, tapi jangan saling memasuki penyimpanannya

Karena hanya tangan kehidupan yang dapat mengisi hatimu

Dan tegaklah bersama, tapi jangan berkumpul terlampau dekat

Karena tiang-tiang kuil pun berdiri terpisah

Dan pohok oak tiada tumbuh dalam bayangan satu sama lain

 

— Sang Mentari —

 

Pada saat itu sepertinya dia sedang ingin berkenalan dengan cinta. Dan sepertinya Tuhan mengabulkan doa nya. Dia bisa berkenalan dengan cinta monyet melalui senior nya itu. Selang beberapa saat kemudian…ternyata Tuhan Maha Pengasih, ia tidak diijinkan untuk berlama-lama terjerat dengan cinta monyetnya itu. Tak sampai satu bulan api itu telah padam dengan sendirinya. 

 

Padamnya api tidak membuat semangat nya untuk berlatih Taekwondo ikut padam juga. Taekwondo telah menjadi bagian dari hidupnya. Taekwondo telah merampas waktunya dan sekaligus memalingkan nya dari Tuhannya.

 

”Braaa..k ”, spontan aku menoleh. Diktat kuliah setebal 5 senti itu jatuh. Seketika itu juga lembaran memori itu tertutup. Tersimpan kembali dengan rapi di laci ingatanku.

 

Aku tak ingin mengingat kebodohan masa lalu. Duniaku sekarang adalah di sini.Di sebuah kota perjuangan yang panasnya begitu menyengat. Kupikir sekali lagi apa itu cinta. Agh, kenapa ada benda atau apalah yang bernama cinta? Tak berwujud tapi bisa dirasakan. Huh, Merepotkan saja!

 

Cinta… kamu siapa sih??       

Advertisements

4 comments on “Cinta, kamu siapa sih?

  1. wa.. cinta….

    sepertinya aq tau siapa tokoh dalam cerita itu…(aq ingin mencubitnya….nakal…)

    aq jadi teringat apa kata si patkay di film kera sakti…

    “Beginilah Cinta…. Deritanya Tiada Akhir…”

    Mencintai manusia memang terkadang menyakitkan jika ditinggalkan…..

    Mencintai 4JJl… tidak akn pernah menyakitkan…karena ALLAH tidak akan pernah meninggalkan seseorang yang mencinyaiNya…

    hehehehehe 🙂 kenapa aq jadi puitis begini ya….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s