Tersesat!!! – Liburan Lebaran part III

Jumat , 19 Oktober 2007

Pada waktu halal bil halal Tata sempet ngajak ke Unit (Kependekan dari Unit Kegiatan Mahasiswa alias UKM TKD di Brawijaya, red) jam 3 sore. Katanya anak2 lagi TC (Training Centre) buat persiapan Kejurnas di UNAIR tgl 22-24 November. Tapi akhirnya ga jadi maen ke UNIT.

Ktemuan sama anak2 Taekwondo hari Jumat malam. Kita2 ngumpul di rumah Pus jam setengah tujuh malam. Di perjalanan aku hampir mati membeku karena udara malam di Malang! Walopun uda pake jaket tetep aja tangan rasanya uda berubah jadi es. Waktu bersalaman sama temen-temen dikomentari sama temen2 ”Kok tanganmu dingin Ar?” Alhamdulillah, Puspi berbaik hati membuatkan teh hangat. Thx a lot Pus!! Kau menyelamatkanku :p

Aku datang telat, jam 7. Di sana masih ada Tata, Ari sama Pus. Mana Delia? Mana Cici? Mana Fitrah? Mana April? (kalo April dia ga bisa datang, sakit kepala).

Setelah beberapa lama ngobrol , Fitrah datang sama Mas Padang. Tetapi Atun (panggilan kesayangan spesial untuk Fitrah) terlihat pucat. Ternyata dia memang lagi gak enak badan.

Setelah mengobrol ternyata aku baru tahu kalo sekarang Ari jadi Ketua Taekwondo Brawijaya. Terus Tata jadi sekretaris nya. Lalu Kejurnas yang akan diadakan UNAIR bulan depan diketuai Puspita. Delia juga menjadi atlit utama. Pada suatu kejuaraan denger-denger sempat menjadi atlit terbaik putri. Wah, temen2 semakin berjaya di dunia Taekwondo.

Menunggu temen-temen yang datang lagi, tinggal Delia yang gak ada kabarnya. Kita menelepon ke rumahnya gak bisa. Kayanya belum dibayar nih telpon rumahnya (hweheheh… trauma masa lalu. Dulu waktu SMA pernah nelpon ke rumah Delia ga bisa karena belum dibayar telponnya). Ari nelpon ke HP nya Delia dan ternyata bisa. Akhirnya kita memutuskan pindah haluan ke rumah nya Delia.

Ke rumah Delia, aku membonceng Puspi. Dari rumah Puspi di Veteran Dalam lalu sebelum Matos belok masuk gang kecil lewat jalan tembusan. Melewati jalan Soekarno Hatta lalu mengikuti arah jalur mikrolet ABG ke jalan bunga2 an. Sampai di jalan bunga-bungaan kami sama-sama lupa jalan masuk ke rumah Delia. Ada 3 kemungkinan , yang pertama Jalan Dilem. Yang kedua Jalan Seruni dan yang ketiga aku lupa… Waduh!! Kita muter-muter di deket situ tetep ga ketemu. TIDAAAK!!! Tersesat malam2…

Untungnya setelah beberapa lama Ari membalas sms dari Puspi. Alhamdulillah bisa sampe dengan selamat di rumah Delia. Tak lama berkunjug ke rumah Delia, setelah bersalaman dengan Dek Nia, adeknya Delia aku pamit pulang. Sudah janji sama ortu harus pulang jam setengah sembilan malam. Karena jam setengah sembilan mbakku mau periksa ke dokter.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s