Tutorial Sumpit di Rumah Makan Jepang- Liburan Lebaran part 4

Hari jumat pagi rencananya aku mau jalan2 sama Swamp sama Towenk. Ternyata ga jadi karena Swamp ga bisa. Jalan-jalan diundur hari Sabtu, 20 Oktober 2007.

Sekitar jam 9 Swamp nelpon ke rumahku. Dia minta ngumpul di rumah nenex (panggilan ku waktu SMP). Jam setengah sepuluh dia tiba ke rumah dan disusul dengan Towenk satu jam kemudian. Kami bertiga belum ada rencana mau jalan-jalan kemana. Memutuskan tujuan sampai akhirnya wahtu Dhuhur tiba. Panggilan adzan menyeru sholat, kita memutuskan sholat dulu. Akhirnya kita memutuskan untuk wisata kuliner. Ada beberapa alternatif tempat untuk wisata kuliner. Diantaranya rumah makan Marhen (di dekat toko buku SISWA), Waroeng Steak (di jalan Soekarno Hatta. Hmm.. jadi kangen sama Orange Float nya) , di Saboten (rumah makan Jepang punya alumni SMA 3, di dekat SOB jalan Ijen), di Kampoeng Steak (dekat SMA 3) ,  di Warna-Warni (warung favorit waktu SMA dulu. Tiap kali ke sana aku selalu beli es shanghai), Cui Mie di Ciliwung dalela (aku lupa namanya). Oh ya, dari beberapa alternatif wisata kuliner yang mengandung bakso tidak diikutkan karena Towenk gak doysan sama bakso. Sayang sekali, padahal bakso baker Pak Man itu TOP banget!  Dari beberapa pilihan itu mengerucut jadi 2 pilihan di Ijen (Saboten) ato di deket SMA 3 (entah Kampoeng Steak ato warung2 deket situ). Akhirnya pilihan pun jatuh ke Saboten.

Di Saboten, aku sama Towenk pesen Tandori Rice (nasi goreng rasa kare) , aku lupa nama pesenannya Swamp “Gyu (apa gtu..) “menunya nasi putih sama daging sapi.

Waktu pertama kali melihat daftar menu kami bercanda seperti ini “Wah, kok aku ga ngeliat ada gambar sendok ya? Wah, kok pada pake sumpit semua gini ya.. Tutorial bentar nanti”.

Pesanan Swamp datang dulu bersama dengan salad pesanan Towenk Ternyata dugaan kami tepat sekali. Pake sumpit bow! Swamp makan duluan. Wah, dia curang. Ternyata dia pandai sekali makan pake sumpit. Jadilah tutorial menggunakan sumpit. Swamp bilang kalo make sumpit itu jangan terlalu lebar / renggang memegangnya. Lalu dia mencontohkan bagaimana cara mengambil nasi. Pertama Towenk mencoba makan salad pake sumpit dan berhasil dengan sukses. Lalu aku mencoba mengambil salad dengan sumpit dan alhamdulillah sukses juga. Aku piker wajar aja sukses karena salad kan isinya wortel dan kubis yang diiris panjang dengan mayones. Tapi kalo makan nasi goreng dengan sumpit? Could it be? Aku pikir menyenangkan sekali kalo bisa makan dengan sumpit dan aku sangat ingin mencobanya. Sudah tak sabar menanti Tandori rice.

Tak lama kemudian yang ditunggu tiba juga. Tandori rice yang dihidangkan di piring lengkap dengan sendok dan garpu! What?? Wah, sepertinya tidak di restui tutorial makan nasi dengan sumpit. Kami pun memakan dengan lahapnya.

Satu hal yang aku ingat dari tutorial kali ini “Sumpit yang bagus itu sebenarnya terbuat dri kayu karena dulu sumpit digunakan untuk mendeteksi racun
NB : Sudah2x.. hentikan menulis.. Ayo mengerjakan DAA. Pancake Algorithm.. ayo di koding.. Hikzz..hikzz.. masi pengen crita2 nih. 

Advertisements

3 comments on “Tutorial Sumpit di Rumah Makan Jepang- Liburan Lebaran part 4

  1. Ternyata semua yang ada di alam ini ada manfaatnya yaa….
    Tappiii, biar bagaimanapun jenis sumpitnya buat kita2 mah (kitaa…???? Lu ajeh…ma artis cakep :D) makan make tangan kosong lebih maknyuuusss….asalkan tuh tangan harus bersih n bebas dari racun.

    SELAMAAT MAKAAN…!!!!

  2. Lha? gimana? sudah ahli nyumpit? hehehe….;>
    klo blum, ayo daftar kursus aja ke aq y! –Lumayan, lapangan pekerjaan baru…–

    nb: nama masakannya gyu robatayaki nex…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s