Cerita Hikmah Mengambil Jumlah SKS

Masa-masa FRS sekarang ini, tidak sedikit teman-teman yang kebingungan mengambil jumlah SKS. Ada yang memang beruntung dapat IPS tinggi semester lalu, tetapi takut mengambil jumlah SKS yang banyak karena semster kewalahan mengambil sks banyak. Atau ada yang pengen ngambil SKS banyak tapi IPS ga mencukupi. Don’t worry, Be Happy 🙂 Ini ada cerita waktu aryu lagi di semester 3. Barangkali bisa diambil hikmah nya. Terutama buat temen-temen dan adek-adek yang masih waktunya berkuliah ( ga tinggal TA doang 😀 ) . Judul ceritanya Disndir Dosen. Yuk, lanjut membaca…

Disindir Dosen

Desember 2006- Hari Kamis jam 6 malam minggu lalu ada tambahan kuliah Sistem Operasi. Kebetulan waktu itu berbarengan sama tambahan kuliah Statkom (Statistika untuk Komputasi) kelas B dan juga dengan Demo proposal Final Project Sistem Operasi. Wah, pokoknya KLOP deh sibuknya. Fortunately, aryu ga ngambil Statkom kelas B dan demo proposal FP juga ga bersamaan dengan waktu itu.

Hari itu waktunya demo tugas program sistem operasi. Karena temen2 banyak yang ”bentrok” jadwalnya, akhirnya di kelas cuma ada sedikit anak. Walhasil Pak Husni ”mengoceh” dulu. Pak Husni bercerita tentang kehidupan kerja kelak. Dia bilang kalo materi kuliah nantinya yang dipake Cuma sedikit. Yang paling berpengaruh adalah SOFT SKILL. So, semasa kuliah gini jangan SO (Study Oriented), ikutan organisasi atau kegiatan kemahasiwaaan seperti extrakurikuler. Jangan ngambil SKS banyak-banyak. 20 sks sudah cukup. Jangan ngambil 22 atau 23 sks. Lalu beliau bertanya ”Siapa disini yang ngambil 23 sks?”(whew, haruskah aku mengaku?? ) Akhirnya aku angkat tangan dengan beberapa temen, seperti Meli, Andam dan temen2 lain yang tidak terlihat karena aku duduk di baris depan.

Wah, Pak Husni berada tepat di depanku. Tiba-tiba pandangannya tepat ke kedua mataku. Sejurus pertanyaan yang membuat aku tidak menjawab keras, tentunya bukan karena speechless, tapi menjadi kehabisan kata2 (wakakaka… apa bedanya??). Ga kok, aryu tetep menjawab. ”Kamu menikmati ga ngambil 23 sks?”

Lalu mulailah beliau beranalogi. Coba bayangkan kalo Anda naik sepeda motor dengan kecepatan 90 km / jam. Apa enak? Tentunya Anda tidak bisa menikmati. Kalau dengan kecepatan 60 km/jam tapi stabil kan enak. Toh, nanti pada akhirnya kalau waktunya berhenti ya sama-sama berhenti juga.

Menurut kacamata aryu, lebih baik bersusah-susah dahulu bersenang-senang kemudian. Ngambil sks banyak dulu, ngulang kemudian (huwwwaaaa… bukan itu maksudku!!! Walopun aku terancam ngulang statkom karena UTS ku jelek… Hiks…).
Aryu mikirnya sih, mending ngambil sks banyak di semester awal, trus kalau ada yang kurang puas, bisa ”diperdalam” di semester depan.  Dan kalau sudah puas, tinggal mikir semester selanjutnya.

Dalam kamus kehidupan aryu, ngambil 20 sama 23 sks, aryu sama2 enjoynya. Tetep bisa maen, tetep bisa aktif berkontribusi,  Tetep bisa INDEHOI! (hwey, ngambil istilah anehnya Buchin). Dan tetep harus bekerja keras.

Menanggapi analogi Pak Husni. Naek sepeda motor dengan kecepatan 90 km / jam, memang tidak sebagian orang menikmati. Tetapi anggap saja itu sebuah TANTANGAN. Tantangan itu tentunya –> Naek sepeda motor dengan kecepatan tinggi dengan selamat dan tidak celaka. Everything have their own risk. And there’s people who likes to take a RISK! And of course, I’m in a part of them.

Do the BEST that U can Do!!!

Latar Belakang pemilihan judul ”Disindir Dosen”
Jadwal demo proposal FP Sistem Operasi untuk kelompok ku jam 20.50. Tapi sampe jam 21.05 belum bisa demo. Bahkan 1 kelompok sebelum kelompok ku pun belum demo. Kelompok sebelumnya yang juga mendapat giliran itu adalah kelompoknya  Buchin (temen kelompok SISOP untuk 5 modul sebelum FP).
Di depan lab AJK, Buchin ada bilang gini ”Tadi kamu disindir Pak Husni y?” Hmmm… disindir? Disindir apaan? ”Ngambil 23 sks”. Wah, aku ga merasa disindir tuh. Itu kan hanya sebuah opini. Lagian aku tetep enjoy aja.
Yah, kebetulan kata-katanya itu membuat aryu terinspirasi untuk menjadikannya judul.

_______________________________________________________________________________

Yang pasti, klo uda milih harus diperjuangkan dan tentunya akan dimintai pertanggungjawaban. Begitu juga halnya, juga berlaku untuk yang kebingungan memilih mata kuliah pilihan. Ga suka itung, anti sama statkom(statistika untuk komputasi), tapi DAA ( Desain Analisa dan Algoritma) juga ga lulus. Silakan memilih 🙂

“Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah..” (QS Ali Imran 159)

Advertisements

16 comments on “Cerita Hikmah Mengambil Jumlah SKS

  1. @aryu : enakan ambil normal aja, apalagi jika kemampuan otak tidak jauh dari rata-rata 😀
    tapi kalo pengalaman semester kemaren, yang bikin penuh jadwal malah bukan matkul yang diambil (padahal cuma ambil 14 sks T.T). klo gtu mending ambil yang sedang-sedang saja.. gak kurang, tapi gak kebanyakan 😛

    @fitraraditya : pak… dirasani pak… (wadul mode: on) 😀

  2. Cempluk sedang berjuang nih d smstr 8 boeat lulus pengelanan pola dan sistem informasi, selain TA menjadi prioritas utama..wish me luck ya..moga2 dapat bagus..amien.

  3. @ fitraraditya
    Bukannya DAA uda berubah jadi2x lpat jumlah sks nya? Katanya jadi 6 sks.. gara2 ngikut kurikulum baru

    @ nurrahman18 , angga_erlangga
    Thx ya 😀

    @ cempluk
    Yup, semoga beruntung Pluk.. amien..

    @ riff
    berpikir 2x untuk apa niy?

  4. wkwkwkw… perasaan aq sering deh ambil 23sks…
    tapi yang tambahan sksnya itu utk ngulang…
    wkwkwkw….
    tapi sekarang semester akhir ambil sks dikit kok agak males ya.. :p
    biasanya sibuk jadi nganggur… hehehe..:D

  5. Hahahaha ………..

    Ternyata orang itu selalu belajar terhadap peristiwa2 tidak esensial daripada peristiwa2 yang esensial. gak nyangka kalo kamu ter-influence dengan perkataannya pak Husni waktu itu. Walau aku yakini emang benar. Namun aku lebih setuju perkataannya Randy(Ndemok) :

    “mahasiswa itu kalo mau dibilang sibuk ya sibuk, kalo dibilang nyantai ya nyantai, bergantung pada perspektif otak kita. kalo kamu mersa sebagai orang sibuk ya pasti kamu mersa hari-harimu penuh kesibukan. Tapi apa kita emang sesibuk itu ….. dan demikian juga sebaliknya.”

    Kalo menurutnya sih dan aku amini : “Apapun yang kita lakukan haruslah kita merasa enjoy …. kalo kita merasa tidak suka atau terpaksa melakukannya maka kemungkinan besar hasilnya tidak maksimal. Jadi jangan paksa melakukan apa yang tidak kita sukai ato kita tidak enjoy dalam melakukannya. Dan sebaliknya, jika kita enjoy melakukannya, seberat apapun tugas atau kewajiban itu, bahkan hal tersebut merupakan hal luar biasa bagi orang lain, akan dapat kita selesaikan dengan mudah dan maksimal.Segalanya bergantung pada kita dan perspektif kita tentang kewajiban dan hidup kita.”

  6. @ tongkonan
    yup, hidup kan pilihan..

    @radeez
    waduh buk..buk.. Miss Busy nih… 😀 kalo mau tetep sibuk.. jadi SC lagi aja.. hehehe

    @ madna
    Wah, saksi mata yang ada di di cerita ini ikutan baca.. hehehe.. Sepakat Ndam, ENJOY YOUR LIFE! ENJOY YOUR CHOICE!

  7. wekekekeke..
    emang lebih enak ambil banyak dulu..
    nanti semester akhir dah tinggal sedikit yang perlu diambil…

    salam kenal n tukeran link yukz…

  8. hehehe… keep spirit aja deh mba… berakit-rakit kehulu berenang ketepian deh… asal jangan karena kebanyakan ngambil mata kuliah jadi jeblok semua nilainya… 😀 semangat!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s