10 Facts/Habits about Me

Bismillah. Berawal dari memberi komen di blognya Akbar. Aku mulai mencoba nulis 10 Facts/Habits about me. Pertama kali menulis cuma dapet 7 poin. Dipikirkan lagi, dan akhirnya kelebihan 2. Ya sudah, disensor saja 😀

1. Ingatan yang cukup kuat untuk waktu singkat, menghapalkan angka, kaya no HP temen2.. kalo sering sms pasti hapal. Ingatan yang lumayan parah untuk jangka waktu panjang. Tapi klo hapalan semalam masi bisa..

2. Sempat nomaden. Lahir di Pontianak, trus kelas 2 SD pindah ke Banjarbaru ( Kalimantan Selatan) . Sekitar 6 bulan di sana, pindah ke Balikpapan, Sekitar 6 bulan pindah ke Malang. Istilah nomaden sepertinya kurang tepat. Whateverlah.. Sekarang alhamdulillah ga nomaden.

3. Karakter. Sesuai dengan apa yang aku ikuti waktu LKMM PRA TD HMTC V, karakter ku koleris. Tapi kayanya ga percaya juga. Akhirnya coba-coba tes lagi, jumlah koleris melankolis hampir sama(tapi lebih banyak melankolis), trus phlegmatis urutan ketiga,tapi juga hampir sama aka poin terpaut cuma sedikit. Yang paling sedikit sanguinis. Tes yang ketiga, hasilnya melankolis phlegmatis yang lebih tinggi. Lha? trus?? ga taw deh.. 😀 Kata partner ku di Deplu HMTC aka Dugong aku ini orang melankolis yang gampang pelupa, teruatama dalam hal kunci sepeda motor! Yang pasti setiap orang kan punya ke-4 karakter itu, walopun proporsi nya berbeda-beda.

4. Dreamer , suka berkhayal. Waktu kuliah Sosio TI pernah membuat karangan tentang 100 Mimpi. Asyik sekali tugas seperti ini karena aku juga sering menulis mimpi. Sering mengalami dejavu. Emang ada hubungannya ya? Dejavu sama berkhayal?

5. Ga suka nganggur.. , dan tidak bisa melewati hari tanpa target. Kalo ada yang namanya metode stupid paper, aku menyebutnya smart paper. Menulis to do list di kertas, tapi kalo aku gak pake dilipat kertasnya. Karena itu kan membantu kita bukan malah membodohi kita 😀 Akhir-akhir ini lebih sering menulis to do list di HP.

6. Pacar? Jangan dibahas di sini deh.. Hehehe.. Dulu pernah kena cinta monyet, tapi untuk ke depannya insyaAllah mau pacaran dengan syarat sudah menikah. Ups..

7. Berkemauan keras.Dulu waktu SMA aku dilarang ikut pertandingan sama ortu. Tapi aku tetep aja ikut walopun melalui proses lobi-lobi ke orang tua yang susah juga. Hasilnya karena ortu ga sepenunya rela, jadinya mandibula bergeser karena kena tendang. Beberapa bulan yang lalu pernah ortu bilang kalo lulus 3,5 tahun itu sangat beliau harapkan. Tapi aku masih betah di kampus, dan tetap menjalankan rencana ku lulus 4 tahun ( Amien.. doakan ya)

8. Seni dan logika seimbang. Kalau kata mbakku di antara keluargaku yang paling berjiwa seni itu aku. Waktu kecil aku suka gambar, mewarnai, corat-coret ( kayanya semua anak kecil juga suka deh.. 😀 ) Di SMP dulu ada pelajaran melukis dan waktu itu aku dapat nilai terbaik. Waktu menjelang EBTANAS ( istilah ujian nasional waktu wahun 1999), bapakku sampai menceramahi aku gara-gara aku ga belajar, tapi malah menggambar. Walaupun aku suka seni bukan berarti aku orang perapi.Meja belajar dari lebih sering tidak rapi. Aku juga suka main catur dan permainan yang membutuhkan logika.

9. Suka sama pelajaran matematika dan bahasa Inggris. Fisika paling…. parah deh. Ga suka Fisika. Biologi suka tapi parah kalo kalo hafalan. Itu juga yang membuat aku memilih masuk ke Teknik Informatika karena ada senior yang bilang kalau pelajaran yang paling dominan di Teknik Informatika itu ya matematika sama bahasa inggris. Walaupun tidak speenuhnya benar, enjoy aja!

10. Suka semua warna. kecuali warna kuning dan warna yang gelap. Biru, merah, merah muda, putih, hjau, ungu aku suka. Tidak suka warna hitam dan abu-abu(gelap banget sih), kuning (gak ariana banget). Warna gelap yang aku suka cuma biru tua dan coklat.

Alhamdulillah, setelah sekian lama tertunda, i’ve done finished! Yang mau menjadi korban selanjutnya ( sudah aku konfirm)
1. Swamp aka Pipit Tunjungsari
2. Towenk aka Ratri Dwi Kayungyun
3. Jutka aka Ratna Dewi Ekharini
4. Sawi aka Sari Rachmatika

Ada yang mau jadi korban selanjutnya?

Advertisements

14 comments on “10 Facts/Habits about Me

  1. @ radeezblog
    Wah, kok dirimu lupa toh buk.. makanya aku ingetin.. 😀

    @ akbarindonesia
    hitam tu gelap.. kan aku takut gelap..

    @ agungfirmansyah
    Klo gtu kata-katanya kurang tepat. Yang bener gini Pak..
    Kita yang milih karakter karena kita adalah raja bagi diri kita sendiri 😀 Betul?

  2. @akbar : hitam tuh menyerap cahaya, jadi bisa dibilang rakus, sementara putih memantulkan cahaya jadi bisa dibilang dermawan..
    Tapi positifnya, hitam itu kuat..

    @aryu : wah, pernah kena monkey love ya?? (emang bener tu bahasa inggrisnya? wkwkw)

  3. huaaa..
    aku terjebak
    takpikir cuma suruh kasih komen ttg 10 things ’bout U
    ternyata wajib re-post topik yang sama di blog masing2 toh..

    baiklah..
    akan ku laksanakan 😀

  4. hahaha ….
    kamu masih percaya aja dengan tes kepribadian itu?
    setiap hari manusia berubah dan berevolusi. Kan selain dari sifat bawaan, kita juga terbentuk dari lingkungan hidup kita. Dan karena kita masih hidup dalam suatu lingkungan hidup, kita tidak dapat memisahkan sifat bawaan kita dengan sifat yang dibentuk lingkungan kita, semuanya mixed dan tak bisa dipisahkan. Kadang orang jadi sanguinis, phlegmatis, toleris, melankolis ato yang lain. Semuanya bergantung pada dukungan lingkungannya terhadap dirinya. Lingkungan yang aku maksudkan juga termasuk kejadian-kejadian, peristiwa, pengetahuan, dan hal lainnya yang kita peroleh selama hidup kita baik itu pernah kita jalani langsung maupun tidak.

    Suatu misal, kita pernah mendengar berita tentang Aa Gym berpoligami. Secara nggak langsung, kita akan memposisikan diri kita tentang berita itu. Dan secara tidak sadar, kita telah membentuk pola pikir dan sifat natural kita secara bersamaan. Manusia itu selalu meanggapi semua respon dari lingkungannya. Itulah yang menyebabkan manusia dianggap sebagai mesin yang luar biasa cerdas menurut paparan rtificial Intelligent. Proses trainingnya berlangsung setiap saat terhadap berbagai peristiwa yang ada.

    Dan jujur, aku tidak begitu suka ketika ada orang menggolongkan dirinya dalam sifat-sifat seperti plegmatis, melankolis, sanguinis, dan toleris. Seakan-akan semua sifat didunia ini hanya dari 4 itu, tidak ada variasi dan cenderung mengkotakkan masalah. Manusia adalah makhluk yang unik yang tidak bisa diukur dari te kepribadian ato yang lain. Tidak ada yang bisa mendeskripsikan sifat manusia sebagaimana susahnya manusia untuk menjelaskan tentang dirinya.

    Aku punya beberapa pertanyaan tentang manusia yang sering kutanyakan pada diriku :
    “Mengapa sel syaraf tidak bisa memperbaiki diri sedangkan seluruh sel dalam tubuh kita bisa?”
    “Mengapa kita bermimpi pada waktu tidur?”
    “Mengapa kita hanya bisa menggunakan tidak lebih dari 15% dari kemampuan seluruh otak kita?”

    Menurutku, ke-absurb-an jawaban dari pertanyaan-pertanyaan itu menunjukkan seberapa kita tidak mengenal tentang diri kita bagaimanapun caranya kita mencoba mengenalnya.

  5. @ eka gibran
    Bukan monkey love Gib.. bukan juga virus 5 L .. tp puppy love bukan?

    @ ratr
    wew.. lupa tp akhirnya dikerjakan juga. hehehe..

    @ Sari
    Wah, miskom ya buk.. sori buk, gak ada maksud menipu

    @ madna
    Tidak ada maksud mengkotak2 kan Ndam, justru sebaliknya.. lebih memperkaya diri 😀

  6. wew… ko’ sama ya untuk fact bout ingatan…
    tapi sayangnya qu bukan ngelanjutin kul ke IT tapi malah ke acct,,, hehehe…


    aryu : tiap orang punya jalan masing2 mbak.. btw, anak akun pasti telaten+rapi ya mbak…salut deh mbak

  7. Pingback: 10 Facts/Habits about Me « Never too tough to be true…!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s