Malang vs Pekanbaru

Beberapa perbedaan mencolok antara kota tempat saya dibesarkan(dibesarkan, bukan dilahirkan) dan kota tempat saya tinggal 1 bulan yang lalu, yang membuat saya takjub dan (semoga semakin) bersyukur atas hidup ini. Berikut ini adalah perbedaan Pekanbaru dan Malang dari perspektif Aryu :

1. Di Pekanbaru lebih banyak warung masakan padang daripada lalapan/penyet. Kalo waktu di Surabaya di dekat kampus saya dulu lebih banyak warung lalapan dan harganya tentu saja relatif lebih mahal masakan Padang daripada lalapan. Beda halnya dengan di Pekanbaru yang harga lalapan bisa mencapai belasan ribu.
2. Cuaca di Pekanbaru tentu saja lebih panas daripada di Malang. Satu hal lagi, di Pekanbaru lebih gersang daripada di Malang. Waktu itu saya berjalan kaki dari kos ke tempat berjualan sayur . Jam masih menunjukkan pukul 9 pagi. Anehnya saya tidak bertemu dengan satu orang pun yang berjalan kaki. Semuanya berkendaraan baik mobil atau motor. Yang naik sepeda pancal hanya 1 saja pada saat itu. Memang saya akui panas sekali dan belum juga sampai ke toko yang saya maksudkan, saya memutuskan untuk berhenti di toko yang lebih dekat yang juga menjual sayuran. Tetapi toko yang lebih dekat ini sayuran yang dijual sudah tidak segar lagi.
3. Waktu adzan berselisih waktu lebih dari setengah jam. Kalau pada saat itu di Malang adzan Subuh sekitar jam 4, di Pekanbaru adzan Subuh jam 5 kurang 10. Jadi jam 6 di Pekanbaru masi gelap, sama halnya dengan jam 5 di Malang kira-kira. Continue reading